Analisis KLT (Kromatografi Lapis Tipis) pada batang Kemiri
Percobaan
ini bertujuan untuk memisahkan komponen-komponen dari kulit batang kemiri dan
untuk menentukan perbandingan eluen yang dapat menghasilkan pemisahan yang
bagus.
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan cara pemisahan campuran senyawa
menjadi senyawa murninya. Kromatografi juga merupakan analisis cepat yang
memerlukan bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun cuplikannya. KLT dapat
digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa yang sifatnya hidrofobik seperti
lipida-lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas.
KLT juga dapat berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis
fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara
kromatografi, dan isolasi senyawa murni skala kecil.
Pelaksaanan kromatografi lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau
alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam. Gel silika (atau
alumina) merupakan fase diam. Fase diam untuk kromatografi lapis tipis
seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendarflour dalam sinar
ultra violet. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.
Pelaksanaan ini biasanya dalam pemisahan warna yang merupakan gabungan dari
beberapa zat pewarna atau pemisahan dan isolasi pigment tanaman yang berwarna
hijau dan kuning.
Sampel yang dipisahkan merupakan fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan
fraksi n-butanol dari ekstrak kulit batang kemiri. Sedangkan pelarut yang
digunakan sebagai eluen adalah n-heksan, etil asetat, kloroform, metanol, dan
air. Eluen yang digunakan merupakan pencampuran dari pelarut tersebut. Eluen
yang dibuat adalah perbandingan n-heksan : etil asetat adalah perbandingan 6:4,
7:3, dan 9:1, sedangkan perbandingan kloroform : metanol : air yang digunakan
adalah 10:6:0,5. Pada fraksi etil asetat dan n-heksan menggunakan eluen
campuran keduanya. Sedangkan pada fraksi n-butanol menggunakan eluen kloroform
: metanol : air.