Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Bioaktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioaktif. Tampilkan semua postingan

Zat Aktif dalam Teh

 Kandungan di dalam Teh dan Manfaatnya


Teh merupakan hasil pengolahan pucuk (daun muda) dari tanaman teh (Camellia sinensis) yang dipakai sebagai bahan minuman. Ada berbagai legenda asal mula teh, namun yang terpopuler adalah legenda Kaisar Shen Nung dari provinsi Yunan-Cina pada tahun 2737 SM. Ketika sedang memasak air minumannya, dengan tidak sengaja sehelai daun yang berasal dari ranting kering yang dipakainya sebagai kayu bakar, terbang dan tercelup ke dalam ketel air. Air seduhan daun tersebut kemudian menghasilkan sebuah minuman baru yang beraroma khas yang hingga kini dikenal sebagi teh.

Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (pecco) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.

Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut fermentasi. Berdasarkan sifat fermentasinya, dikenal empat macam jenis teh, yaitu:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Analisis TLC

Analisis KLT (Kromatografi Lapis Tipis) pada batang Kemiri


Percobaan ini bertujuan untuk memisahkan komponen-komponen dari kulit batang kemiri dan untuk menentukan perbandingan eluen yang dapat menghasilkan pemisahan yang bagus.
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan cara pemisahan campuran senyawa menjadi senyawa murninya. Kromatografi juga merupakan analisis cepat yang memerlukan bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun cuplikannya. KLT dapat digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa yang sifatnya hidrofobik seperti lipida-lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas. KLT juga dapat berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara kromatografi, dan isolasi senyawa murni skala kecil.

Pelaksaanan kromatografi lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam. Gel silika (atau alumina) merupakan fase diam. Fase diam untuk kromatografi lapis tipis seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendarflour dalam sinar ultra violet. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Pelaksanaan ini biasanya dalam pemisahan warna yang merupakan gabungan dari beberapa zat pewarna atau pemisahan dan isolasi pigment tanaman yang berwarna hijau dan kuning.
Sampel yang dipisahkan merupakan fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi n-butanol dari ekstrak kulit batang kemiri. Sedangkan pelarut yang digunakan sebagai eluen adalah n-heksan, etil asetat, kloroform, metanol, dan air. Eluen yang digunakan merupakan pencampuran dari pelarut tersebut. Eluen yang dibuat adalah perbandingan n-heksan : etil asetat adalah perbandingan 6:4, 7:3, dan 9:1, sedangkan perbandingan kloroform : metanol : air yang digunakan adalah 10:6:0,5. Pada fraksi etil asetat dan n-heksan menggunakan eluen campuran keduanya. Sedangkan pada fraksi n-butanol menggunakan eluen kloroform : metanol : air.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Sky Blue Bow Tie